Trikomoniasis

  • Sharebar
Etiologi
Trikomoniasis adalah infeksi saluran urogenital yang dapat bersifat akut atau kronik dan disebabkan oleh Trichomonas vaginalis.



Patogenesis
T. vaginalis menimbulkan peradangan pada dinding saluran urogenital dengan cara invasi mencapai jaringan epitel dan subepitel.

 

Manifestasi Klinis

Masa tunasnya 4 hari sampai 3 minggu.

 

Pada wanita penyakit ini terutama mengenai dinding vagina di daerah forniks posterior. Pada kasus akut terlihat duh tubuh vagina seropurulen berwarna kekuning-kuningan atau kuning hijau berbau tidak enak dan berbusa. Dinding vagina kemerahan dan sembab, kadang-kadang terbentuk abses kecil yang tampak sebagai granulasi berwarna merah, dikenal sebagai strawberry appearance. Sekret yang banyak dapat menimbulkan iritasi pada lipat paha atau di sekitar genitalia eksterna. Dapat pula terjadi uretritis, bartolinitis, skenitis, dan sistitis. Pada kasus kronik gejala lebih ringan dan sekret biasanya tidak berbusa.

 

Pada laki-laki biasanya mengenai uretra dan gambaran klinisnya lebih ringan. Pada kasus akut gejalanya berupa disuria, poliuria, dan duh tubuh uretra mukopurulen. Kadang­-kadang pada urin ada benang-benang halus. Pada bentuk kronik, gejalanya tidak khas, berupa gatal pada uretra, disuria, dan urin keruh pada pagi hari.

 

Pemeriksaan Penunjang

Dapat dilakukan pemeriksaan mikroskopik sediaan basah, sediaan apus, serta biakan. Pada sediaan basah dengan garam faal dapat terlihat pergerakan aktif parasit yang masih hidup. Sediaan apus dipulas dengan Giemsa atau Gram dan bersifat Gram negatif. Pembiakan menggunakan bermacam-macam perbenihan yang mengandung serum.

 
Diagnosis
Diagnosis kurang tepat bila hanya berdasarkan gambaran klinis karena sering asimtomatik. Diagnosis etiologik sangat penting.

 

Penatalaksanaan

Pengobatan dilakukan secara topikal dan sistemik. Pengobatan secara topikal berupa irigasi dengan hidrogen peroksida 1-2% dan larutan asam laktat 4%, bahan supositoria yang bersifat trikomoniasidal, atau gel dan krim. Untuk pengobatan sistemik, obat yang sering digunakan antara lain metronidazol per oral, dosis tunggal 2 g atau 3 x 200 mg per hari selama 7 hari, nimorazol dan tinidazol per oral dengan dosis tunggal 2 g, dan ornidazol dosis tunggal 1½ g. Penderita dinyatakan sembuh bila keluhan dan gejala telah menghilang, serta parasit tidak ditemukan lagi pada pemeriksaan sediaan langsung.

 

Kehamilan trimester pertama merupakan kontra indikasi pemberian metronidazol. Namun, karena telah banyak bukti yang menunjukkan kaitan infeksi T. vaginalis dengan pecahnya ketuban sebelum waktunya serta tidak ada bukti bahwa metronidazol bersifat teratogenik pada manusia, maka metronidazol dapat diberikan dalam dosis efektif terendah pada trimester kedua dan ketiga.

 

Perlu dianjurkan terhadap pasangan seksualnya untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan, tidak melakukan hubungan seksual selama pengobatan sebelum dinyatakan sembuh dan menghindari pemakaian barang-barang yang mudah menimbulkan transmisi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 9 + 14 ?
Please leave these two fields as-is: