Tromboangitis Obliterans

  • Sharebar
Definisi
Tromboangitis obliterans juga dikenal dengan nama penyakit Buerger. Etiologi penyakit ini sampai sekarang belum diketahui dengan jelas. Diketahui bahwa faktor-faktor yang merupakan predisposisi ialah faktor konstitusi dan nikotin rokok.

 

Frekuensi pada ekstremitas bawah adalah 60%, pada tangan saja 2%, dan pada kaki dan tangan sebesar 38%.

 
Manifestasi Klinis
1. Rasa nyeri

a. Klaudikasio intermiten, yaitu bila pasien jalan, pada jarak tertentu akan merasa nyeri pada ekstremitas, dan setelah beristirahat sebentar dapat berjalan lagi. Gejala tesebut biasanya progresif.

b. Nyeri spontan berupa rasa nyeri yang hebat pada jari dan daerah sekitarnya, lebih hebat pada waktu malam. Biasanya merupakan tanda awal akan terjadinya ulserasi dan gangren. Rasa nyeri ini lebih hebat bila ekstremitas ditinggikan dan berkurang bila direndahkan.

c. Bila terjadi osteoporosis kaki akan sakit bila diinjakkan. Karena saraf juga terganggu, akan ada perasaan hiperestesia.

2. Pulsasi arteri pada arteri dorsalis pedis dan arteri tibialis posterior biasanya menghilang.

3. Terjadi perubahan warna pada jari-jari yang terkena menjadi merah, normal atau sianotik, tergantung dari lanjutnya penyakit. .

4. Suhu kulit pada daerah yang terkena akan lebih rendah pada palpasi.

5. Ulserasi dan gangren, sering terjadi spontan atau karena mikrotrauma. Gangren biasanya unilateral dan terdapat pada ujung jari.

6. Tromboflebitis superfisial biasanya mengenai vena kecil dan sedang.

 
Diagnosis
Hal di bawah ini menjadi dasar diagnosis tromboangitis obliterans:

1. Adanya tanda insufiensi arteri

2. Umumnya pria dewasa muda

3. Perokok berat

4. Adanya gangren yang sukar sembuh

5. Riwayat tromboflebitis yang berpindah

7. Tidak ada tanda aterosklerosis di tempat lain

8. Biasanya ekstremitas bawah

6. Diagnosis pasti dengan pemeriksaan patologi anatomi.

 
Diagnosis Banding
Penyakit lain yang mirip dengan tromboangitis obliterans perlu diperhatikan seperti aterosklerosis yang memberi gambaran insufisiensi arteri dengan koreng yang menahun.

 

Pemeriksaan Penunjang

1. Foto Rontgen anggota gerak untuk melihat:

a. tanda-tanda osteoporosis tulang-tulang

b. tanda-tanda kalsifikasi arteri.

2. Arteriografi. Ciri khas dari gambaran arteriografi pada tromboangitis obliterans yaitu bersifat segmental, artinya sumbatan terdapat pada beberapa tempat, tapi segmen di antara tempat yang tersumbat itu normal. Pada kasus lanjut biasanya terjadi kolateralisasi.

3. Pemeriksaan Doppler dapat membantu mengetahui kecepatan aliran darah dalam pembuluh.

 
Penatalaksanaan
1. Tindakan untuk menghentikan progresivitas penyakit, antara lain pasien mutlak harus berhenti merokok.

2. Tindakan untuk menimbulkan vasodilatasi:

a. Simpatektomi lumbal, yaitu dengan mengangkat 2-3 buah ganglion simpatik L I dan L III (L I – IV). Tindakan ini masih kontroversi.

b. Mencegah vasokontriksi dengan menjaga suhu. Suhu paling baik ialah suhu kamar dan dianjurkan tinggal di daerah iklim panas.

3. Cara memperbaiki sirkulasi ialah dengan oscillating bed dan letak kaki 20 – 30 cm di bawah permukaan jantung (bila edema kaki diletakkan setinggi jantung).

4. Tindakan untuk menghilangkan rasa nyeri pada klaudikasio intermiten ialah dengan jangan banyak jalan. Bila terdapat keluhan nyeri spontan tungkai diistirahatkan, bahkan tidak jarang dilakukan amputasi untuk menghilangkan rasa nyeri tersebut. Indikasi amputasi ialah terdapatnya gangren yang luas atau infeksi yang tak dapat diatasi, rasa nyeri yang tak dapat diatasi dengan obat-obatan atau tindakan operatif lainnya; dan pada arteriografi tidak menunjukkan kolateralisasi.

5. Pencegahan dan pengobatan terhadap ulserasi/gangren dengan cara:

a. mencegah trauma/infeksi, penting untuk memelihara kebersihan kaki

b. direndam dengan larutan permanganat kalikus 1/5.000 selama 20 menit tiap hari.

c. antibiotik

6. Pengobatan spesifik

Dari pengobatan spesifik yang telah ditemukan belum ada yang diterima secara luas, walaupun antikoagulan, dekstran, fenilbutazon, piridinolkarbamat, inositol niasinat dan steroid direkomendasikan. Lebih baru lagi dikatakan terapi dengan prostaglandin (PGA1) dan defibrotide sama baiknya dengan zat pencegah agregasi platelet.

 

Iskemia tangan yang berat akibat trombosis akut pada tromboangitis obliterans secara dramatis membaik dengan infus urokinase intra-arteri yang dilanjutkan dengan angioplasti dengan kateter balon pada pembuluh darah kecil dan pemberian antikoagulasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 14 + 12 ?
Please leave these two fields as-is: