Ulkus Mole

  • Sharebar
Definisi
Ulkus mole adalah penyakit infeksi pada alat kelamin yang akut, setempat, disebabkan oleh Haemophilus ducreyi dengan gejala klinis yang khas berupa ulkus yang multipel, nyeri, pada tempat inokulasi, dan sering disertai pemanahan kelenjar getah bening regional. Disebut juga soft chancre, chancroid, soft sore.


Etiologi
Basil H. ducreyi merupakan basil negatif Gram. Karena lesi terbuka di daerah genital sering tertutup oleh infeksi sekunder, basil H. ducreyi lebih mudah dicari bila bahan pemeriksaan berupa nanah diambil dengan cara aspirasi abses kelenjar inguinal. Kuman ini sukar dibiak.

 
Patogenesis
Tempat masuk kuman adalah daerah yang sering atau mudah mengalami abrasi, erosi, atau ekskoriasi, yang disebabkan oleh trauma, infeksi lain, atau iritasi yang berhubungan dengan kurangnya higiene perorangan. Pada lesi, organisme terdapat dalam makrofag dan netrofil atau bebas berkelompok (mengumpul) dalam jaringan intertisial.

 

Belum pernah dilaporkan bahwa penyakit ini dapat menular ke bayi yang dilahirkan dari ibu dengan chancroid aktif pada waktu in partu.

 

Manifestasi Klinis

Masa inkubasi berkisar antara 1-14 hari, pada umumnya kurang dari 7 hari. Lesi kebanyakan multipel, biasanya pada daerah genital. Mula-mula kelainan kulit berupa papul, kemudian menjadi vesiko-pustul pada tempat inokulasi, cepat pecah menjadi ulkus.

 

Ulkus kecil, multipel, sangat nyeri (terutama bila terkena pakaian atau urin) tidak terdapat indurasi, berbentuk cawan, pinggir tidak rata, sering bergaung dan dikelilingi halo yang eritematosa. Ulkus sering tertutup jaringan nekrotik, dasar ulkus berupa jaringan granulasi yang mudah berdarah, dan pada perabaan terasa nyeri. Tempat predileksi pada pria ialah permukaan mukosa preputium, sulkus koronarius, frenulum penis, dan batang penis. Dapat juga timbul lesi di dalam uretra, skrotum, perineum, atau anus. Pada wanita sering mengenai labia, klitoris, fouchette, vestibuli, anus, dan serviks.

 

Gambaran ulkus mole pada wanita bervariasi. Ulkus tidak senyeri pada pria dan keluhan dapat berupa disuria, nyeri waktu defekasi, dispaurenia, atau duh tubuh vagina.

 

Lesi ekstragenital terdapat pada lidah, jari tangan, bibir, payudara, umbilikus dan konjungtiva.

 

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan sediaan apus diambil dari permukaan tepi ulkus yang bergaung, dengan pewarnaan Gram, Unna-Pappenheim, Wright, atau Giemsa ditemukan basil berkelompok atau berderet seperti rantai.

 

Biakan kuman dengan bahan diambil dari pus bubo atau lesi kemudian ditanam pada perbenihan/plat agar khusus, yaitu agar gonokok dan Muller Hinton.

 

Dapat pula dilakukan tes imunofluoresensi, biopsi, tes kulit Ito-Reenstierna, dan autoinokulasi.

 
Komplikasi
Dapat timbul mixed chancre, abses kelenjar inguinal, fimosis, parafimosis, fistula uretra, dan infeksi campuran. Bila terjadi infeksi campuran dengan Treponema pallidum disebut ulkus mikstum: mulanya menunjukkan gambaran ulkus mole tapi semakin berkurang nyerinya dan lebih berindurasi.

 
Diagnosis
Berdasarkan pada riwayat pasien, pemeriksaan fisis, serta pemeriksaan laboratorium untuk menentukan agen penyebabnya. Harus dipikirkan juga kemungkinan infeksi campuran. Pemeriksaan serologik dapat dilakukan untuk menyingkirkan sifilis.

 

Penatalaksanaan

1. Medikamentosa

o Untuk pengobatan sistemik dapat diberikan salah satu obat di bawah ini :

§ Siprofloksasin* 500 mg per oral dosis tunggal

§ Ofloksasin* 400 mg per oral dosis tunggal

§ Azitromisin 1 gram per oral dosis tunggal

§ Eritromisin 500 mg per oral 4 kali sehari selama 7 hari

§ Seftriakson 250 mg injeksi intramuskular sebagai dosis tunggal

§ Trimetoprim-Sulfametoksasol 80-400 mg, 2 x 2 tablet per oral selama 7 hari

* Dikontraindikasikan untuk wanita hamil, menyusui dan anak kurang dari 12 tahun.

o Sebagai pengobatan lokal dapat dilakukan kompres, rendam, atau irigasi dengan larutan salin yang akan membantu menghilangkan debris nekrotik dan mempercepat penyembuhan ulkus. Antiseptik lokal merupakan kontraindikasi karena dapat mengganggu pemeriksaan untuk diagnosis dini sifilis dengan mikroskop lapangan gelap. Aspirasi jarum dianjurkan untuk bubo berukuran 5 cm atau lebih dengan fluktuasi di bagian tengah untuk mencegah pecahnya bubo.

2. Nonmedikamentosa

Berikan pendidikan kepada pasien dengan menjelaskan hal-hal sebagai berikut:

o Bahaya penyakit menular seksual (PMS) dan komplikasinya

o Pentingnya mematuhi pengobatan yang diberikan

o Cara penularan PMS dan perlunya pengobatan untuk pasangan seks tetapnya

o Hindari hubungan seksual sebelum sembuh, dan memakai kondom jika tak dapat menghindarkan lagi

o Cara-cara menghindari infeksi PMS di masa datang

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 3 + 8 ?
Please leave these two fields as-is: