Vertigo Posisional Benigna

  • Sharebar
Definisi
Vertigo posisional benigna atau benign paroxysmal positional vertigo (BPPV) dapat terjadi pada berbagai kondisi, termasuk kelainan batang otak yang serius misalnya sklerosis multipel, infark, dan tumor.

 
Etiologi
Beberapa kasus BPPV terjadi setelah trauma kepala, penyakit virus, infeksi telinga tengah, atau stapedektomi. Nistagmus posisional juga sering ditemukan pada intoksikasi (alkohol, barbiturat). Kebanyakan kasus spontan BPPV berhubungan dengan kupulolitiasis yaitu deposit otokonia yang degeneratif yang menempel pada kupula kanalis semisirkularis pos­terior. Ini membuat kanal sangat sensitif terhadap perubahan gravitasi yang berkaitan dengan posisi kepala yang berbeda.

 

Manifestasi Klinis

Jenis vertigo ini merupakan sindrom vestibular yang paling sering dijumpai dalam praktek klinis. Pasien dengan kelainan ini tidak mengalami vertigo bila duduk atau berdiri diam tetapi serangan timbul bila terjadi perubahan posisi (misalnya sedang tidur terlentang kemudian miring ke sisi yang terganggu) atau gerakan kepala atau badan. Umumnya gerakan ke depan dan ke belakang yang memicu vertigo. Vertigo biasanya berlangsung hanya beberapa detik. Kadang-kadang pasien memberitahukan posisi apa yang mencetuskan serangan. Perubahan posisi kepala memperhebat vertigo pada neuronitis vestibularis dan beberapa vertigo perifer atau sentral, tetapi pada BPPV gejala hanya timbul setelah gerakan kepala tertentu.

 

Tes Nylen-barany membantu membedakan nistagmus posisional jinak dari penyebab sentral. Caranya: Pasien duduk di tepi tempat tidur membelakangi pemeriksa, pasien digerakkan dari posisi duduk ke posisi berbaring ke belakang sampai kepala sekitar 45 derajat di bawah bidang horisontal dari ranjang pasien. Tes ini diulangi dengan kepala ekstensi dan menengok ke kiri serta ke kanan. Amati adanya nistagmus dan keluhan ver­tigo.

 

Tes ini dapat memperkuat diagnosis BPPV tetapi tes yang negatif tidak menyingkirkan diagnosis karena gejalanya dapat intermiten dan tidak selalu kambuh meskipun kepala diletakkan pada posisi yang terganggu.

 

Perjalanan BPPV sangat bervariasi. Pada banyak pasien, gejala akan mereda secara spontan dalam beberapa minggu, hanya kambuh berbulan atau bertahun-tahun kemudian. Beberapa pasien hanya menderita satu serangan saja.

 
Penatalaksanaan
Pengobatan simtomatik dengan salah satu obat sedatif vestibular jarang bermanfaat sempurna. Melakukan kembali gerakan-gerakan yang memprovokasi vertigo akhirnya akan melelahkan respons simtomatik, sehingga remisi dapat diperoleh dengan melakukan latihan kepala tersebut.

 

Pasien disuruh memiringkan kepalanya ke posisi yang memicu vertigo selama 30 detik. Ini diulang 5 kali setiap beberapa jam. Pendekatan fisik yang sederhana ini akan menghilangkan sebagian besar kasus dalam beberapa minggu. Beberapa pasien yang merasa bahwa latihan kepala terlalu berat dapat memperoleh perbaikan simtomatik dengan memakai kolar servikal lunak, sehingga pasien dapat membatasi posisi kepalanya sehingga dapat mencegah serangan vertigo.

 

Yang paling penting adalah meyakinkan pasien bahwa kondisi penyakitnya dapat sembuh sendiri dan walaupun tidak enak, vertigo bukanlah suatu penyakit yang mengancam nyawa.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)

What is 12 + 5 ?
Please leave these two fields as-is: